History/ Sejarah
Update: 19 Mei, 2008, sehari sebelum 100 tahun Kebangkitan Nasional, diselenggarakan serah terima jabatan Kepala Sekolah dari bapak Iwan Tedjasukmana kepada ibu Boniwidiarti, yang efektif akan menjadi Kepala Sekolah per 1 Juli, 2008, didampingi oleh ibu Sumiasih, Waka. Administrasi dan Sarana Prasarana serta Koordinator Bilingual/ Cambridge programme (CIP), dan ibu Jeni Anwar, Waka. Kesiswaan merangkap koordinator program Akselerasi (tg).
Source for next history (Indonesian): Web smak1bpkpenaburbandung.or.id
Pada masa sekitar tahun 1965, dirasakan adanya gejolak-gejolak politik yang memanas. Menyadari keadaan dan situasi itu beberapa pemuda dan pemudi kristen dari berbagai gereja di Bandung merasa terpanggil untuk mendirikan sebuah sekolah lanjutan atas. Untuk menampung pemuda-pemudi usia sekolah yang tidak tertampung di sekolah-sekolah tingkat atas negeri. Juga bagi para lulusan sekolah asing (Cina) yang tidak ingin atau tidak dapat melanjutkansekolah di luar negeri.
Pemuda-pemudi ini berharap dan berpandangan bahwa melalui sekolah dapatlah diarahkan pemikiran dan jiwa sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, sehingga hal ini dapat berakibat positif bagi negara dan bangsa. Setelah berkali-kali mengadakan perundingan dan konsultasi, maka pemuda pemudi ini sepakat agar sekolahyang baru ini dapat dikelola oleh BPK Jabar KPS Bandung, yang pada saat itu sudah memiliki beberapa SD dan sebuah SMP, tetapi belum memiliki sebuah SMA. Walaupun mulanya ada anggota pengurus yang memberikan tanggapan kurang positif terhadap motifasi pemuda pemudi ini, tetapi akhirnya setelah melalui perundingan yang cukup melelahkan, pengurus KPS Bandung dapat menerima berdirinya SMA Kristen tersebut, asal semua kebutuhan pendidikan diatursendiri oleh kelompok pemuda pemudi itu.
Pada bulan Juli 1965, dimulailah awal tahun ajaran 1665-1966 SMA Kristen Kosambi di jalan Kosambi, yang waktu belajarnya dimulai pukul 12.30 setelah usai waktu belajar SD dengan kepalasekolahnya Drs. Kwee Hok Gwan beserta wakil-wakilnya Lee Tjien Tiong (alm) dan Tan Giok Lan. Kelas yang dibuka adalah satu kelas 1, satu kelas 2 Pas/Pal, satu kelas 3 Pas/Pal dan murid-muridnya yang kebanyakan bekas sekolahCina. Karena situasi negara yang baru menghadapi G30S/PKI, maka banyak kesulitan yang dihadapi oleh pimpinan SMAK pada saat itu. Karena situasi yang sangat rawan maka pengurus BPK Jabar memutuskan agar staf pimpinan SMAK Kosambi dirubah menjadi bentuk direktorium, diketuai oleh Drs. W. Nababan, dengan anggota G. Tedjosutikno(alm), Nani Thio, dan Mustika.
Situasi belajar mengajar tidaklah begitu lancar karena partisipasinya dalam kegiatan KAPI. Tapi walapun demikian dengan didorongkan dengan semangat belajar yang tinggi, SMAK berhasil meluluskan angkatan 1 atau angkatan AMPERA sebanyak 100% dan ini merupakan prestasi yang luar biasa. Lulusan ini banyak yang diterima di perguruan tinggi terkemuka. Sekitar Maret 1967, Direktorium dibubarkan dan ditunjuklah Sdr. J.Tedjajuwana sebagai kepala sekolah dan Sdr. G. Tedjosutikno sebagai wakilnya. Mengingat kesibukan studinya, makapada tanggal 1-1-1969 wakil kepala sekolah diserahterimakan kepada Sdr. F. Kawareh.
Akan tetapi masa jabatan Sdr.F. Kawareh hanya sampai bulan Maret 1969 karena harus bertugas di New Zealand, maka Sdr. G. Tedjosutikno mengambil alih lagi jabatan wakil kepala sekolah. SMAK 1 semakin berkembang dan karena lokasi Kosambi dianggap tidak memadai lagi, maka pengurus KPS Bandung memindahkannya ke jalan Pasirkaliki 157 Bandung dengan ruang-ruang kelas darurat, bekas gudang dan bengkel PKPN. Waktu belajar diubah menjadi pagi hari. Kepala Sekolah masih dipegang oleh Sdr. J. Tedjajuwana dan wakilnya diserahkan pada Sdr. PH. Uria karena Sdr. G. Tedjosutikno dipercayakan untuk menjadi kepala sekolah Citepus.
Pada tahun 1972 bersama-sama SMAN 2 dan SMA Trinitas,SMAK BPK ditunjuk oleh Kepala Dinas SMA CQ. Kabid PMU agar mencoba sistem kredit dan murid-muridnya diberikan pelajaran yang dapat membekali dirinya setelah tamat sekolah. Jumlah siswa-siswi BPK kian bertambah dan pada tahun yang sama dibukalah kelas 2 jurusan ilmu sosial. Dengan berdirinya SMAK Petang pada tahun 1976, maka nama SMAK BPK Kosambi diubah menjadi SMAK 1 BPK dengan pimpinan sekolah masih Sdr. J. Tedjajuwana dan P.H. Uria.
Tahun 1983 diberlakukan kurikulum 1984 dan untuk pengelolaan yang lebih baik, maka sistem pimpinan sekolah diubah menjadi satu kepala sekolah dan dua wakil kepala sekolah. Menginjak tahun 1988 terjadi pergantian pucuk pimpinan SMAK 1 BPK, yaitu dari Sdr. J. Tedjajuwana kepada Sdr. Iwan Tedjasukmana, S.H., hingga sekarang.




