Karya tulis Keke T. Aritonang Guru SMPK 1 Terpilih sebagai Finalis LKG dalam Pembelajaran Tingkat Nasional 2008

“Upaya Mengembangkan Sikap Siswa melalui Nilai dan Moral dalam Kegiatan Membaca dan Mendongeng”

 

Saya ingin menceritakan pengalaman saya selama mengikuti penilaian tahap kedua untuk menentukan pemenang Lomba Keberhasilan Guru (LKG) dalam Pembelajaran Tingkat Nasional tahun 2008.

 

Terlebih dahulu saya akan menjelaskan apa itu LKG dan tujuannya. LKG adalah Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Tingkat Nasional diadakan setiap tahun oleh Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMTK) Depdiknas dalam rangka menjadikan profesi guru bermartabat dengan memberikan penghargaan guru sesuai dengan karya dan semangat kerja yang telah dihasilkan oleh guru dan diharapkan mampu meningkatkan mutu pembelajaran.

 

Adapun tujuan penyelenggaraan LKG adalah:

1) Memotivasi guru untuk lebih meningkatkan kemampuan profesionalnya, khususnya kemampuan dalam perencanaan, pelaksanaan, penilaian proses dan hasil pembelajaran,

2) Menghimpun berbagai pengalaman guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai hasil pembelajaran, serta menemukan model-model pembelajaran yang inovatif secara nyata mampu meningkatkan proses dan hasil belajar siswa,

3) Meningkatkan kebiasaan guru dalam mendokumentasikan hasil kegiatan pengembangan profesi secara tertulis dengan baik dan benar,  

4) Mendorong guru untuk selalu meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kepribadiannya sehingga patut dijadikan teladan oleh masyarakat, komunitas sekolah dan lingkungannya.

 

Peserta LKG tahun ini sebanyak 1.483 karya tulis dari seluruh Indonesia kemudian dinilai pada tahap I dan hasilnya terseleksi 120 finalis (guru TK 6 orang, SD 24 orang, SMP 45 orang, SMA 29 Orang, SMK 10 orang, dan SLB 6 orang, semua dari seluruh Indonesia). Provinsi DKI Jakarta yang lolos pada penilaian tahap I sebanyak 6 orang dan 2 dari sekolah PENABUR Jakarta yaitu saya sendiri masuk kategori jenjang SMP dan Ibu Ratna Setyowati, S.Pd dari TK Kristen 10 PENABUR kategori jenjang TK. Hal ini merupakan kebanggaan bagi saya dapat mempersembahkan hal yang terbaik bagi anak didik saya,  bagi yayasan BPK PENABUR, dan keluarga saya,  karena cukup ketatnya untuk dapat lolos pada penilaian tahap pertama.

 

Acara LKG ini dilaksanakan mulai tanggal 28 November dan berakhir tanggal 3 Desember 2008, bertempat di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Bisnis dan Pariwisata, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Hasil yang diharapkan dari  penilaian tahap II ini adalah terpilihnya pemenang I, II, dan III jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK dan SLB baik sebagai guru kelas maupun sebagai guru mata pelajaran/rumpun mata pelajaran.

 

Hari pertama, mendengarkan sambutan dari Direktur Profesi Pendidik sekaligus pembukaan secara resmi. Dalam sambutannya Direktur Profesi Pendidik, Bapak Drs. Achmad Dasuki, MM, M.Pd mengatakan  bahwa 120 finalis adalah pendidik profesional, guru yang memiliki semangat kerja, dan kami sudah menjadi pemenang dari sekian banyak guru di seluruh Indonesia.

 

Hari kedua, adalah saat yang paling mendebarkan yaitu pelaksanaan wawancara dan presentasi finalis lomba. 120 finalis dibagi per kelas sesuai dengan mata pelajaran dan jenjang. Saya masuk kelas mata pelajaran bahasa yaitu bahasa Inggris dan Indonesia, jenjang SMP dan SMA dijadikan satu kelas, berjumlah 14 finalis. Ada tiga orang juri yang akan menilai finalis dalam mempertahankan karya tulisnya.

 

Karya tulis saya yang berjudul “Upaya Mengembangkan Sikap Siswa melalui Nilai dan Moral dalam Kegiatan Membaca dan Mendongeng” berisikan  dalam dongeng terdapat nilai-nilai kehidupan, pesan moral, dan sikap-sikap positif yang dapat dijadikan contoh bagi kehidupan sehari-hari siswa. Sayangnya karya tulis saya belum dapat mengungguli karya tulis finalis lainnya.

 

Hari-hari selanjutnya, para finalis menghadiri Forum Ilmiah Guru Nasional di Depdiknas Senayan. Ada beberapa topik yang disajikan dalam seminar tersebut, yaitu: a) Kebijakan Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dirjen PMTK Depdiknas, Dr. Baedhowi, M.Si), b) Pemberdayaan Guru Melalui Organisasi Profesi Guru (Ketua Umum PB PGRI, Sulistiyo), c) Profesionalisme Guru sebagai Pilar Kemajuan Bangsa (Prof. Dr. Gde Rake/Guru Besar ITB), dan d) Pengembangan Kompetensi Guru untuk proses pembelajaran yang membelajarkan (Prof. Dr. Ana Suhaenah). 

 

Materi seminar tersebut pada intinya mengajak kita semua para guru untuk menjadi guru yang profesional dan bermartabat. Dr. Baedhowi juga mengingatkan agar program sertifikasi profesi guru jangan dipandang hanya semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Justru yang paling utama adalah meningkatkan profesionalismenya, sedangkan kesejahteraannya mengikuti. Ia juga mengingatkan agar para guru dalam bekerja selalu ikhlas, tidak setengah-setengah. “Kalau kita bekerja secara ikhlas, maka selalu positive thinking, sehingga enak dalam bekerja”. Jika guru bekerja dengan ikhlas, maka ia akan menyenangi pekerjaannya.

 

Implikasi selanjutnya adalah guru akan bekerja secara optimal dan profesional dalam kegiatan pembelajaran, serta memajukan sekolah dan anak didiknya. “Jadi kita harus selalu mendasari pekerjaan kita dengan ikhlas. Kalau guru bekerja dengan ikhlas dan senang menekuni pekerjaannya, maka kita akan bekerja secara serius,’ ujarnya. Rekan-rekan guru se-BPK PENABUR walaupun kita belum memperoleh sertifikasi ataupun sudah mendapat sertifikasi, apakah kita telah bekerja dengan ikhlas?

 

Sore harinya saya dan teman-teman finalis lomba ke TVRI untuk menyaksikan pengumuman pemenang lomba. Pengumuman lomba bukan saja Lomba Keberhasilan Guru, tetapi juga lomba Porseni Guru Nasional yaitu Guru-guru bidang studi olahraga se-Indonesia, dan sayembara penulisan naskah buku pengayaan tingkat nasional tahun 2008.

 

Hadiah bagi para pemenang diserahkan langsung oleh Bapak Menteri Pendidikan, Bambang Sudibyo. Hadiah untuk juara I= Rp. 20.000.000, juara II = Rp 15.000.000, juara III = Rp 10.000.000, dan finalis = Rp 7.500.000 dipotong pajak 20%, ditambah uang saku sebesar Rp 150.000 per hari + transport PP. Finalis Jakarta dari 6 orang  yang mendapatkan juara hanya Ibu Ratna Setyowati dari TKK 10 PENABUR meraih juara 3 untuk jenjang TK.

 

Hari kelima, menghadiri acara puncak peringatan Hari Guru Nasional di Tenis Indoor Senayan dan dihadiri oleh Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Di acara ini Presiden memberikan Satya Lencana kepada Gubernur, Walikota/Bupati, juga para guru yang mengajar di pelosok, dan ibu Muslimah (guru yang telah difilmkan dalam Laskar Pelangi).

 

Dalam pidatonya, Presiden mengatakan untuk tahun 2009, anggaran pendidikan disetujui 20% dari APBN. Hal ini untuk memenuhi amanat dari Pasal 31 UUD 1945 dan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Pada tanggal 2 Desember Presiden telah mencanangkan “Guru sebagai Profesi” hal ini telah berimplikasi sangat positif bagi upaya menjunjung tinggi harkat, martabat, dan profesionalitas guru. Kemudian acara ditutup dengan menonton film “Laskar Pelangi”.

 

Walaupun saya belum menang, saya tetap bersyukur karena banyak pelajaran yang berharga yang saya dapatkan selama mengikuti LKG ini. Pelajaran tersebut antara lain:

1) Guru-guru daerah memiliki kemampuan profesional  ini terbukti dari hasil karya tulis yang ditampilkan dalam presentasi (ini membuka mata saya, ternyata guru-guru di daerah  hebat-hebat, dan penuh dengan semangat, walaupun mengajar di daerah terpencil sekalipun, dan dengan gaji yang lebih kecil dari guru di Jakarta)

2) Saya mendapatkan model pembelajaran yang inovatif khususnya pelajaran bahasa Indonesia dari guru SMPN Unggulan Sindang Kab. Indramayu, Ibu Komariah, S.Pd (ini akan saya terapkan untuk anak didik saya di SMPK 1 PENABUR)

3) Mendapatkan semangat baru untuk mendidik siswa dengan hati yang tulus ikhlas tanpa mengharapkan imbalan (ini saya dapatkan dari sharing teman dari Irian Jaya dan Pekalongan, juga dari menonton film Laskar Pelangi)

4) Mendapatkan semangat untuk terus berkarya lewat tulisan-tulisan yang selama ini saya kerjakan. 

 

Sekarang bagaimana dengan kita rekan guru di BPK PENABUR khususnya Jakarta? Walaupun, banyak peraturan yang baru (KKPP), beban jam yang padat, administrasi yang harus lengkap, ditambah lagi kita harus mencari murid (mempromosikan sekolah). Apakah kita masih punya semangat untuk terus mendidik siswa kita yang kelak akan menjadi orang-orang penting di negeri Indonesia tercinta ini?
Ini merupakan pengalaman saya yang tak akan terlupakan. Saya bisa bertemu langsung dengan orang-orang penting di negeri ini dan yang paling utama bertemu dan dapat sharing dengan teman-teman seperjuangan (GURU) di seluruh Indonesia.
TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA.***

 

Keke Aritonang

Gambar ini saat saya mempersentasikan karya tulis saya dihadapan teman dan juri.

 

CATATAN:
Bagi rekan-rekan guru PENABUR yang berminat mengikuti ajang ini, saya bersedia untuk dijadikan tempat bertanya. Ayo… siapa yang berminat?
**

Keke Taruli Aritonang - Guru SMPK 1 PENABUR

Webmail Access Box