Dana Pensiun BPK PENABUR

SEJARAH PENDIRIAN DANA PENSIUN


Dana Pensiun pertama kalinya didirikan dalam bentuk "YAYASAN DANA PENSIUN BPK PENABUR".
Ditetapkan oleh Pengurus BPK PENABUR pada tanggal 31 Agustus 1991 dan berlaku surut sejak tanggal 19 Juli 1989.
Didirikan dengan Akta Nomor 77 tanggal 12 September 1990 oleh Notaris di Jakarta yaitu Winanto Wiryomartani, SH.
Pembentukan Dana Pensiun ini telah mendapat persetujuan Menteri Keuangan berdasar surat Nomor S-1245/MK.13/1991 tanggal 15 Juli 1991

 


Berdasar Undang-Undang Dana Pensiun Nomor 11 Tahun 1992 tanggal 12 April 1992, Yayasan Dana Pensiun BPK PENABUR disesuaikan menjadi  "BADAN HUKUM DANA PENSIUN" dengan Keputusan Pengurus Yayasan BPK PENABUR Nomor 881/YDP/19/Op/94 tanggal 21 Januari 1994 tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun BPK PENABUR, dengan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) yang telah mendapat pengesahan Menteri Keuangan berdasar Keputusan Nomor: KEP-063/KM.17/1995 tanggal 24 Februari 1995.

 


Terakhir telah diubah dengan Keputusan Pengurus Yayasan BPK PENABUR Nomor: 834/DP/51/Op/2004 tanggal 1 Juli 2004 tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun BPK PENABUR, dengan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) dan telah di sahkan Menteri Keuangan berdasarkan Keputusan Nomor: 134/KM.5/2005 tanggal 2 Mei 2005

 

 

 
Berbagai istilah dalam Dana Pensiun yaitu:


Pendiri adalah Yayasan BPK PENABUR.

 


Mitra Pendiri adalah Pemberi Kerja yang ikut serta dalam Dana Pensiun untuk kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya yaitu Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Krida Wacana dan Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha.

 


Pemberi Kerja adalah Pendiri dan Mitra Pendiri, yaitu Yayasan BPK PENABUR, YPTK Krida Wacana, YPTK Maranatha.

 


Karyawan adalah setiap orang yang mempunyai hubungan kerja dengan Pemberi Kerja dan telah diangkat sebagai karyawan tetap sesuai peraturan kepegawaian Pemberi Kerja.

 


Peserta adalah karyawan yang telah memenuhi syarat kepesertaan sesuai Peraturan Dana Pensiun dan telah terdaftar pada Dana Pensiun.

 


Usia Pensiun Normal ditetapkan 55 Tahun bagi Tenaga Kependidikan dan 60 tahun bagi Tenaga Pendidik, Usia pensiun normal dapat diperpanjang sesuai keputusan Pemberi Kerja dengan usia pensiun maksimum 65 tahun.

 


Usia Pensiun Dipercepat/Pensiun Dini ditetapkan sekurang-kurangnya 10 tahun sebelum usia Pensiun Normal.

 


Iuran Pensiun yang berasal dari iuran peserta dan iuran Pemberi Kerja dibukukan atas nama masing-masing Peserta.

 

 

 


Pengurus dan Dewan Pengawas Dana Pensiun


Pengurus dan Dewan Pengawas diangkat oleh Pendiri, dengan masa jabatan satu periode selama 5 tahun.

Susunan Pengurus periode 2010-2015:
Ketua        :1. Drs. Lukman Sulistya
Anggota    :2. Ir.Haryono
Anggota    :3. Lukiman Darmadja
Anggota    :4. Pinardi Canggadibrata
Anggota    :5. Santolie
Mantan Ketua    :6. Ir.Hadi Trisno Wibowo

 

Susunan Dewan Pengawas periode 2010-2015:
Wakil Pemberi Kerja :    

1. Sukristianto Setiawan (Ketua merangkap Anggota)
2. Henri Darmawan (Anggota)

Wakil Peserta:   

3. Muljono (Anggota)
4. Joane Natawidjaja (Anggota)       

 

Alamat Dana Pensiun BPK PENABUR:


Plaza Kedoya Elok Blok DD No.67-68
Jl.Raya Panjang - Kedoya Selatan
Jakarta Barat 11520
Telp. (021) 5817901 (hunting)
Fax.  (021) 5817902
Email : dppenabur[at]yahoo.com

 

Bagi Peserta yang ingin menanyakan sesuatu atau ingin menyampaikan saran mengenai pengelolaan Dana Pensiun,
dapat menghubungi Pengurus melalui telpon, fax atau email tersebut.

 

 

 

 

 

HAL – HAL PENTING YANG BERKAITAN DENGAN DANA PENSIUN

 



1. PESERTA AKTIF


- Setiap karyawan yang sudah terdaftar di Dana Pensiun BPK PENABUR mendapat tanda kepesertaan berupa Sertifikat dari Dana Pensiun BPK PENABUR, yang harus disimpan dengan baik untuk dikembalikan pada saat klaim manfaat pensiunnya kelak dan harap diinformasikan kepada anggota keluarga bukti kepesertaan Dana Pensiun tersebut.
- Kewajiban Peserta aktif adalah membayar iuran yang dipotong secara otomatis dari pemberi kerja masing-masing. Untuk Peserta dari BPK PENABUR (termasuk Tirta Marta dan Permata Bunda) dan UKRIDA, besarnya potongan iuran dana pensiun pada saat ini adalah 12% dari PhDP (Penghasilan Dasar Dana Pensiun) dimana ditanggung Peserta 4,50% dari PhDP dan ditanggung Pemberi Kerja 7,50% dari PhDP.
Khusus untuk Peserta dari YPTK Maranatha iurannya ditanggung seluruhnya oleh pemberi kerja sebesar 12%.
- Hak Peserta adalah menerima manfaat pensiun sesuai ketentuan yang berlaku.
- Bagi Peserta yang masih berstatus lajang diharapkan membuat surat penunjukan ahli waris diatas kertas bermeterai cukup.
- Setiap ada perubahan susunan/status keluarga harap diinformasikan ke Dana Pensiun dengan mengisi formulir yang telah ditandatangani oleh pejabat yang berhak dan menyertakan foto kopi bukti perubahan tersebut. Perubahan tersebut antara lain : perubahan golongan pegawai (pendidik/kependidikan), kesalahan penulisan tanggal lahir, kesalahan penulisan nama, pindah alamat, penambahan kelahiran anak, perubahan status lajang menjadi nikah.
- Kepesertaan dalam program pensiun berakhir apabila:
• Peserta meninggal dunia,
• mengalami cacat tetap/total,
• pensiun,
• berhenti bekerja dan mengalihkan haknya ke dana pensiun lain,
• berhenti bekerja sebelum 3 (tiga) tahun menjadi Peserta.

 


2. PENGUNDURAN DIRI

  • Pengunduran diri oleh Peserta akan diperlakukan sebagai berikut:
  • Apabila masa kepesertaan di Dana Pensiun kurang atau sama dengan 3 tahun maka hak Peserta dapat dibayarkan, yaitu akumulasi iuran dan bunga pengembangan.
  • Apabila masa kepesertaan di Dana Pensiun lebih dari 3 tahun dan Peserta belum mencapai usia Pensiun Dipercepat maka akan diterbitkan Pensiun Ditunda.

 

 


3. PENSIUN DITUNDA

Adalah penundaan pembayaran manfaat pensiun karena Peserta berhenti bekerja sebelum mencapai usia Pensiun Dipercepat dan telah menjadi Peserta di Dana Pensiun lebih dari 3 (tiga) tahun menunggu sampai dengan mencapai usia pensiun dipercepat atau pensiun normal. Berdasarkan pilihan Peserta, hak atas Pensiun Ditunda tersebut dapat :

  • Dibayarkan oleh Dana Pensiun pada saat jatuh tempo yaitu Peserta telah mencapai minimal usia Pensiun Dipercepat, bagi Tenaga Pendidik 50 tahun dan Tenaga Kependidikan 45 tahun atau pada saat Peserta mencapai usia Pensiun Normal, bagi Tenaga Pendidik 60 tahun dan Tenaga Kependidikan 55 tahun. Selama menunggu masa jatuh tempo, setiap tahun Peserta tetap menerima Laporan Konfirmasi Dana Peserta karena dananya masih diinvestasikan oleh Dana Pensiun BPK PENABUR.
  • Dialihkan ke Dana Pensiun Pemberi Kerja lain. Misalnya Peserta mengundurkan diri kemudian telah bekerja di Pemberi Kerja lain yang mempunyai Dana Pensiun dan menjadi anggota di Dana Pensiun tersebut, maka dananya bisa dialihkan ke Dana Pensiun Pemberi Kerja yang baru tersebut dengan mengajukan pengalihan kepada Dana Pensiun BPK PENABUR terlebih dahulu.
  • Dialihkan ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Penyelenggara DPLK adalah Lembaga Keuangan seperti Bank atau Perusahaan Asuransi Jiwa, apabila Peserta ingin dananya dialihkan ke DPLK maka Peserta yang bersangkutan harus menjadi Peserta di DPLK tersebut terlebih dahulu dan mengajukan pengalihan tersebut ke Dana Pensiun BPK PENABUR.

 

 


4. PENSIUN

 


Jenis –Jenis Pensiun:

  • Pensiun Normal : apabila Peserta berhenti bekerja sudah mencapai usia 55 tahun (untuk Tenaga Kependidikan) dan 60 tahun (untuk Tenaga Pendidik). Usia pensiun tersebut dapat diperpanjang sesuai kebutuhan Pemberi Kerja, dengan usia pensiun maksimum 65 tahun. Kepada Peserta akan diberikan Hak Pensiun Normal.

 

  • Pensiun Dipercepat : apabila Peserta berhenti bekerja dan sudah mencapai usia sekurang-kurangnya 10 tahun sebelum Usia Pensiun Normal, yaitu 50 tahun (untuk Tenaga Pendidik) dan 45 tahun (untuk Tenaga Kependidikan). Kepada Peserta akan diberikan Hak Pensiun Dipercepat.

 

  • Pensiun Cacat : apabila Peserta mengalami cacat tetap/total yang disebabkan penyakit atau cedera sehingga tidak dapat menjalankan tugas pekerjaan yang ditunjukkan dengan surat pernyataan dari dokter yang ditentukan oleh Pemberi Kerja. Kepada Peserta diberikan Hak Pensiun Cacat.

 

  • Pensiun Janda/Duda/Anak : apabila Peserta meninggal dunia, maka Janda/Duda  yang berhak menerima manfaat pensiun, apabila Peserta meninggal dunia dan tidak mempunyai Janda/Duda atau Janda/Duda meninggal dunia atau kawin lagi maka manfaat pensiunnya dibayarkan kepada Anak. Kepada Janda/Duda/Anak diberikan Hak Pensiun Janda/Duda/Anak.

 

  • Pensiun Pihak yang Ditunjuk : apabila Peserta meninggal dunia dan tidak mempunyai Janda/Duda/Anak maka hak atas manfaat pensiun dibayarkan kepada Pihak yang Ditunjuk yang terdaftar terakhir di Dana Pensiun, dilengkapi dengan surat-surat pendukung yang diperlukan. Kepada Ahli Waris tersebut diberikan Hak Pensiun Pihak yang Ditunjuk.

 

 


Besarnya Manfaat Pensiun:
Sesuai dengan program pensiun yang sekarang dijalankan oleh Dana Pensiun BPK PENABUR yaitu Program Pensiun Iuran Pasti, maka manfaat Pensiun Normal, Manfaat Pensiun Dipercepat, Manfaat Pensiun Cacat, Manfaat Pensiun Janda/Duda/Anak dan Manfaat Pensiun Pihak yang Ditunjuk adalah akumulasi iuran dan hasil pengembangannya, yang akan dituangkan dalam Surat Keputusan Pengurus Dana Pensiun mengenai Ketetapan Besarnya Manfaat Pensiun.

 


Pembayaran Manfaat Pensiun:

Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 91/PMK.05/2005 tanggal 05 Oktober 2005 yang masih berlaku sampai dengan saat ini, sebagai berikut :

 

 

  • Apabila besarnya manfaat pensiun sebelum pajak penghasilan sampai dengan jumlah Rp. 125.000.000,00 maka manfaat pensiunnya dapat diterima lumpsum (sekaligus) oleh Peserta.

 

  • Apabila manfaat pensiun sebelum pajak penghasilan (PPh pasal 21) melebihi jumlah Rp. 125.000.000,00 maka manfaat pensiun yang diterima Peserta adalah :
  • 20% sekaligus kepada Peserta dan sisanya
  • 80% harus dialihkan ke Perusahaan Asuransi Jiwa untuk dibelikan produk Anuitas
Anuitas adalah produk asuransi yang menjanjikan pembayaran manfaat pensiun secara berkala (bulanan) kepada Pensiunan dan Janda/Duda sampai seumur hidup, kecuali apabila Janda/Duda kawin lagi atau meninggal dunia, maka manfaat pensiun dibayarkan kepada Anak.  Manfaat Pensiun bagi Anak harus dibayarkan sampai Anak berusia 21 tahun atau dapat dibayarkan sampai Anak berusia 25 tahun dengan ketentuan Anak yang bersangkutan belum berpenghasilan, dan masih sekolah dan belum menikah. Apabila masih ada selisih antara dana yang dibelikan Anuitas dengan manfaat yang telah dibayarkan, maka ahli waris mempunyai hak untuk menerima secara sekaligus selisihnya tersebut.

 

 


Pajak Penghasilan atas Manfaat Pensiun
Setiap Peserta Dana Pensiun adalah Wajib Pajak sehingga setiap ada klaim yang berhubungan dengan Dana Pensiun diwajibkan menyertakan NPWP.
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No. 68 Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Keuangan No. 16/PMK.03/2010, tarif PPh pasal 21 atas Manfaat Pensiun yang dibayarkan secara sekaligus adalah:

  • Tarif 0% atas penghasilan bruto sampai dengan Rp. 50.000.000,00 dan
  • Tarif 5% atas penghasilan bruto diatas Rp. 50.000.000,00

Bagi Peserta yang tidak memiliki NPWP maka tarif pemotongan PPh psl 21 akan dikenakan lebih tinggi 20% daripada tarif yang diterapkan terhadap Peserta yang dapat menunjukkan NPWP.

 

 


Syarat–syarat pengajuan klaim  Pensiun:

  • Sertifikat Dana Pensiun BPK PENABUR asli atau Surat Kehilangan dari Kepolisian bila Sertifikat asli hilang.
  • Foto kopi KTP atau identitas lain
  • Foto kopi KK (Kartu Keluarga)
  • Foto kopi NPWP
  • Foto kopi Nomor Rekening Tabungan
  • Foto kopi akta/surat kematian (untuk klaim Peserta meninggal)

 

 


5. LAIN–LAIN

  • Kemanakah Iuran yang disetor oleh Peserta melalui Pemberi Kerja?
  • Iuran yang telah disetor ke Dana Pensiun akan diinvestasikan ke instrumen-instrumen investasi sesuai arahan yang telah ditetapkan oleh Pendiri dan Dewan Pengawas dalam Arahan Investasi. Jenis Instrumen Investasi pada Dana Pensiun BPK PENABUR antara lain :
- Surat Utang Negara,
- Obligasi BUMN, 
- Obligasi Korporasi,
- Deposito,
- Reksadana,
- Saham.
  • Bagaimana jika Sertifikat Tanda Peserta Dana Pensiun hilang?
    Duplikat Sertifikat Tanda Peserta yang hilang akan diterbitkan kembali apabila Peserta dapat menunjukkan Surat Tanda Kehilangan dari Kepolisian.
  • Peserta boleh menyampaikan saran/usul, keluhan, dan pertanyaan seputar pengelolaan dana pensiun (Investasi, Keuangan, Kepesertaan, dll) melalui surat atau email atau telepon/fax dengan alamat sebagai berikut :

 

 


Dana Pensiun BPK PENABUR

Plasa Kedoya Elok Blok DD No. 67-68
Jl. Raya Panjang, Kedoya Selatan, Jakarta Barat
Telp. 021-5817901, Fax. 021-5817902, email dppenabur[at]yahoo.com

 

 

Piagam-Asosiasi-Dana-Pensiun

 

 

Piagam-BKS 2010

 

  

 

Piagam-BKS 2011

 

 

 

Piagam Penghargaan dari Asosiaasi Dana Pensiun Indonesia

 

 

 

 

Staff

 

 

Pengurus Dapen 2010

 

 

 

PROGRAM PENSIUN IURAN PASTI 2010

 

 

 

PROGRAM PENSIUN IURAN PASTI PERHITUNGAN HASIL USAHA 2010

 

 

 

 

Webmail Access Box