Meningkatkan Kemandirian Melalui Motorik Halus

Penulis : Theresia Sukaryati, S.Pd

 
        Kemandirian dalam melayani diri sendiri cukup menjadi masalah bagi anak-anak. Hal ini disebabkan karena dalam kesehariannya mereka selalu dilayani oleh pengasuh, misalnya bila mereka makan masih disuapi, dimandikan, dibantu dalam berpakaian atau pada saat memakai sepatu. Hal demikian juga terjadi pada saat anak pergi ke sekolah, tas atau peralatan sekolah mereka masih dibawakan dan sebagainya.

 

        Karena selalu dilayani, anak-anak menjadi tidak terlatih dan tidak mempunyai pengalaman untuk melayani diri mereka sendiri. Mereka selalu tergantung pada orang lain dan cenderung mudah menyerah dalam melakukan suatu kegiatan.

         Di sekolah TKK PENABUR Gading Serpong, anak-anak diharapkan dapat melayani diri sendiri. Mereka harus dapat mengambil dan merapikan kembali alat-alat tulis yang telah digunakan, membuka kotak makanan dan botol minum sendiri, membuka dan menutup kancing/resleting saat ke kamar mandi untuk buang air ataupun mengganti pakaian yang basah dengan pakaian kering, dan sebagainya.

        

         Ketidakmandirian menimbulkan masalah bagi siswa di sekolah, terutama saat mereka membuka dan menutup kotak makanan/botol minum. Sering kali makanan mereka tumpah dan baju mereka basah terkena air karena mereka kesulitan pada saat melakukannya.

 

        Latihan dalam kemandirian sangat penting dan berpengaruh besar terhadap perkembangannya di masa depan. Anak yang terlatih untuk mandiri, sampai masa depannya mereka akan selalu berusaha mengatasi rintangan yang dihadapi.

 

        Oleh karena itu, di sekolah kami melatih kemandirian anak dengan kegiatan yang mengembangkan motorik halusnya. Perkembangan motorik dapat diartikan  sebagai perkembangan dari unsur-unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh. Keterampilan motorik halus membutuhkan kemampuan konsentrasi, kehati-hatian dan koordinasi otot tubuh yang satu dengan yang lain. Melalui kegiatan-kegiatan motorik halus, anak dapat mengembangkan kemampuan otot-otot jari dan tangan untuk melakukan kegiatan yang lebih rumit.

 

        Kegiatan-kegiatan yang membantu motorik halus anak sangat beragam, seperti:

 -     Membuka dan menutup botol dan kotak makanan dengan

       berbagai cara dan model agar jari-jari anak dilatih agar kuat

       dalam mencengkeram dan melakukan gerakan-gerakan yang

       melatih sensori tangan mereka. Melalui kegiatan ini pula, anak-

       anak diajarkan untuk dapat membuka dan menutup botol dan

       kotak makanan dengan benar.

 -     Membuka dan menutup kancing dan resleting, jari-jari tangan

       siswa dilatih untuk dapat berkoordinasi dalam membuka dan

       menutup kancing dan resleting celananya, sehingga apabila

       mereka akan buang air, mereka dengan bangga dapat melayani

       diri sendiri.

-      Menjahit dan mengikat diharapkan siswa dapat memakai sepatu

       bertali dengan benar.

-      Dan masih banyak kegiatan-kegiatan lainnya di sekolah.

 

 

 

               
 
 

         Kemandirian bukan sikap atau perilaku yang dibawa sejak lahir. Sikap mandiri adalah sikap yang dikondisikan dan dikembangkan. Lingkungan sangat berpengaruh besar terhadap kemandirian seorang anak. Bila kemandirian sudah ditanam dan dikembangkan dalam diri anak sejak kecil maka ia dapat menjadi pribadi yang mandiri, tangguh dan tidak mudah menyerah. Anak-anak dapat merasa bangga dan lebih percaya diri karena mampu melakukan dengan baik.
 

Webmail Access Box